Dalam praktik keperawatan, pemahaman dimensi psikososial dan budaya menjadi krusial untuk mengoptimalkan perawatan mental dan emosional pasien. Keperawatan modern telah bergeser dari model paternalistik, di mana tenaga kesehatan dianggap paling tahu, menuju model kemitraan yang berpusat pada pasien. Aspek budaya mencakup nilai dan keyakinan yang memengaruhi persepsi kesehatan, penyakit, dan pengobatan. Dengan memahami hal ini, perawat dapat menghindari konflik budaya (cultural shock atau cultural imposition) dan meningkatkan kepatuhan pasien. Ketika seorang perawat mampu menghargai bahwa perilaku pasien, seperti keengganan untuk menatap mata, kebutuhan untuk didampingi keluarga besar, atau kebutuhan untuk melakukan ritual doa tertentu sebelum prosedur, adalah manifestasi budaya dan bukan bentuk pembangkangan atau ketidakteraturan mental, maka hubungan terapeutik akan terbangun dengan sangat kokoh.
Judul: Psikiatri Budaya Keperawatan
Penulis : Dr.dr.Junuda RAF, M.Kes.,Sp.KJ(K)
Editor : Dr. Nuvida Raf, MA
Desain Sampul : Welly Ha
Tebal: 131 hlm: 14,8 x 21 cm
Penerbit: Sabda Mallomo
ISBN: Sementara pengurusan