Baharuddin Iskandar, lahir di Pinrang, 4 Juni 1975 dan berdomisili di daerah kelahirannya, Pinrang. Ia tingga bersama istri, Suryati, SKM,S.ST dan dianugerahi tiga anak yaitu Ahmad Denyar Di Baiduri, Karas As Safira Di Baiduri, dan Prigis Bishnars Di Baiduri.

Penulis mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak terangkat menjadi aparatur sipil negara. Beberapa capaian lomba keguruan, antara lain Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran (Kemdikbud, 2016), Finalis Lomba Inovasi Karakter Bangsa (Kemdikbud, 2016), Pemenang Lomba di Simposium Guru (Kemdikbud, 2015), Pemenang Pertama Lomba Best Practice (Kemdikbud, 2014), Juara Pertama Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LIPI Jakarta/ 2013), Finalis Lomba Karya Tulis Tingkat Asean (Fisip UI/ 2011), Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah, (UNM/ 2009), Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran SMP (Depdiknas/ 2006); Juara Pertama Simposium Guru tingkat Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel/ 2006 dan 2005)  Pemenang Harapan I Lomba Simposium Guru Tingkat Nasional (Depdiknas/ 2005)

Di lomba kepenulisan, antara lain  juara dua Lomba Penulisan Buku Anak (Balai Bahasa Sulselbar/ 2018), juara dua Lomba Buku Pengayaan Tingkat Nasional (Kemdikbud. 2018), finalis Lomba Buku Pengayaan Tingkat Nasional (Kemdikbud. 2017), pemenang Lomba Menulis Cerita Pendek ( Kemdikbud/ 2005/2006/2007/2008), pemenang Lomba Mengulas Karya Sastra ( Kemdikbud/ 2004 dan 2005).

Setelah menjadi pemateri, penulis, dan menulis beberapa penelitian, artikel, karya sastra di koran, dan buku, juga lomba kepenulisan, kemudian didorong sejawat untuk mengikuti Pemilihan Lomba Guru Berprestasi Tahun 2014. Ia juara satu di ajaran tersebut, mulai kabupaten dan provinsi, dan ketika mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional meraih juara satu di ajang pemilihan guru terbaik. Prestasi tersebut, penulis dianugerahi Satya Lencana Karya Pendidikan oleh Presiden RI.

Selain buku antologi, antara lain Antologi Cerpen, 23 Naskah Cerpen (2008, Kemendikbud): Tragedi Puisi di Atas Panggung,(2012, Penerbit Shofia); Antologi Puisi Ambo di Siko (2013, Fam Fublishing); Antologi Cerpen, Karamaka (2014:  Pustaka Puitik): Antologi Cerpen, Ilusi Malahayu (2015: FLP Publishing); Antologi Puisi Melawan Korupsi (2015: Yayasan Manikaya):dan Catatan Luka (2018/ Penerbit Shofia).

Beberapa buku tunggal yakni:  Atonia Uteri (Novel, 2011 dan 2018, Penerbit Shofia);  Asyik Meneliti, Remaja Asyik (Nonfiksi, 2014, Pustaka Puitika); Buang Hajat (kumpulan puisi, 2015, Pustaka Puitika); Semangat Si Arif: Pesona Taman Nasional (Buku Anak, 2020);